RAPAT KOORDINASI LP/LS DALAM KONVERGENSI UPAYA PENURUNAN STUNTING KABUPATEN ACEH TENGAH TAHUN 2019

Dinkes Aceh Tengah 29-05-2019 10:24 Dinkes

Stunting atau sering disebut kerdil atau pendek (Konut) adalah kondisi gagal tumbuh pada anak berusia dibawah lima tahun (balita) akibat kekurangan gizi kronis dan infeksi berulang terutama dalam 1000 hari pertama kehidupan (HPK), yaitu dari janin hingga anak berusia 23 bulan.

Data Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) Kementerian Kesehatan menunjukkan bahwa sejak 2007-2013, angka prevalensi stunting tetap tinggi dan terjadi lintas kelompok pendapatan. Data Riskesdas 2013 menemukan 37,2 % atau sekitar 9 juta anak balita mengalami stunting. Pada 2018, Riskesdas mencatat penurunan prevalensi stunting pada balita ke 30,8%.

Sejalan dengan inisiatif percepatan pencegahan stunting, pemerintah meluncurkan Gerakan Nasional Percepatan Perbaikan Gizi (Gernas PPG) yang ditetapkan melalui peraturan Presiden No. 42 tahun 2013 tentang Gernas PPG dalam kerangka 1000 HPK.

Kebijakan, Pemerintah memberikan perhatian besar terhadap pencegahan stunting. Indikator dan target pencegahan stunting telah dimasukkan sebagai sasaran pembangunan nasional dan tertuang dalam rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2015-2019.

Gerakan pencegahan Stunting menjadi salah satu fokus Pemerintah Kabupaten Aceh Tengah di bidang Kesehatan. Stunting yang menjadi gambaran masalah gizi kronis pada Balita ditandai dengan pendeknya pertumbuhan badan menjadi indikator derajat kualitas hidup masyarakat. Bupati Aceh Tengah, Shabela Abubakar menegaskan pihaknya sangat konsen untuk menurunkan angka Stunting dan sudah dimulai dengan menerbitkan beberapa regulasi.Shabela juga mendorong peran aktif seluruh pemangku kepentingan melalui tugas dan fungsi masing-masing.“Mencegah Stunting bukan hanya tugas Dinas Kesehatan, tapi banyak pihak terlibat,” ujar Shabela disela acara rapat koordinasi lintas sektor upaya penurunan Stunting, Senin (27/05) di Oproom Setdakab Aceh Tengah.Lebih lanjut Shabela mengharapkan dukungan masyarakat dalam merencanakan kehidupan keluarga, mulai dari usia nikah, memperhatikan asupan gizi dan makanan bayi selama seribu hari pertama dan mengatur jarak kelahiran.Selain itu, Shabela juga mengharapkan masyarakat dapat memanfaatkan perkarangan untuk tanaman pangan dan budidaya ikan sebagai konsumsi sehari-hari.Pelaksana Rapat Koordinasi, Kadis Kesehatan Aceh Tengah, Jayusman mengatakan setiap pemangku kepentingan dapat bekerja sesuai dengan alokasi tugas yang dibebankan untuk menurunkan angka Stunting“Melalui sinergi dari seluruh Pemangku Kepentingan diharapkan angka Stunting di kabupaten Aceh Tengah dapat menurun,” harapnya.Angka Stunting Kabupaten Aceh Tengah tergolong tinggi berdasar hasil Survey Kesehatan Nasional tahun 2018 mencapai 30,2 persen.Survey dilakukan pada 10 kampung yang menjadi Lokus di 5 Kecamatan, dengan objek Survey Bayi berusia 0 – 3 tahun.Pemangku kepentingan yang hadir pada rapat koordinasi diantaranya seluruh SKPK, Camat, Kepala Puskesmas dan Tim Penggerak PKK.

Terkait